Istilah “Swiss van Java” sering kali disematkan pada beberapa tempat di Indonesia, namun belakangan ini, sebutan tersebut melekat kuat pada salah satu sudut di Dataran Tinggi Dieng. Pemandangan padang rumput hijau yang luas, barisan pegunungan yang menjulang, serta udara yang sangat dingin membuat siapa pun merasa sedang berada di Pegunungan Alpen, Swiss.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai sisi “Swiss” dari Dieng yang wajib Anda jelajahi.
Mengapa Dieng Dijuluki Swiss van Java?
Julukan ini merujuk pada keindahan lanskap alam yang memadukan antara lembah yang dalam, lereng bukit yang dipenuhi tanaman hijau, dan pemukiman penduduk yang tampak estetik dari ketinggian.
Salah satu titik paling ikonik yang mempertegas julukan ini adalah jalur tanjakan menuju Desa Sembungan dan area sekitar Air Terjun Sikarim. Di sini, tebing-tebing batu yang gagah sering kali diselimuti kabut tipis, menciptakan atmosfer yang sangat mirip dengan pedesaan di Swiss pada musim semi.
Titik-Titik Lokasi dengan Suasana Swiss
Jika Anda ingin merasakan atmosfer Eropa di tanah Jawa, pastikan Anda mengunjungi titik-titik berikut:
- Lembah Sikarim: Jalanan berkelok yang membelah bukit dengan latar belakang air terjun yang jatuh dari tebing tinggi adalah spot paling mirip dengan pemandangan Alpen.
- Kawasan Telaga Cebong: Telaga yang terletak di Desa Sembungan ini dikelilingi oleh perbukitan. Saat pagi hari, pantulan langit dan gunung di permukaan air telaga menciptakan ketenangan luar biasa.
- Padang Rumput Dieng: Di beberapa area seperti sekitar Gunung Prau atau bukit-bukit di sekelilingnya, terdapat padang rumput luas tempat hewan ternak warga terkadang dilepaskan, menambah kesan pastoral khas Eropa.
Fenomena Embun Upas: Salju dari Dieng
Swiss tidak akan lengkap tanpa salju, dan Dieng memiliki “salju” versinya sendiri yang disebut Embun Upas. Pada puncak musim kemarau (Juli – Agustus), suhu udara bisa turun hingga di bawah 0 derajat Celsius.
Pada saat itulah, embun yang menempel di rumput dan tanaman membeku menjadi kristal es putih. Pemandangan kompleks candi atau ladang kentang yang memutih karena es ini memperkuat alasan mengapa Dieng layak disebut sebagai Swiss-nya Pulau Jawa.
Aktivitas Bergaya Eropa di Dieng
Untuk memaksimalkan pengalaman “Swiss van Java” Anda, cobalah beberapa aktivitas berikut:
- Menikmati Kopi Lokal di Tengah Kabut: Kini banyak bermunculan kafe atau warung kopi dengan desain minimalis dan kaca besar yang menghadap langsung ke lembah. Menyeruput kopi panas sambil melihat kabut bergerak adalah pengalaman yang sangat berkesan.
- Trekking Ringan di Jalur Mlandi: Berjalan kaki atau bersepeda di jalur Desa Mlandi menuju Sikarim akan memberikan Anda sudut pandang terbaik untuk melihat terasering perkebunan yang tertata rapi.
- Staycation di Homestay Estetik: Banyak penginapan di Dieng kini mengusung tema kayu atau kontemporer yang menyatu dengan alam, memberikan kenyamanan maksimal di tengah suhu dingin.
Tips Mengunjungi Swiss van Java
- Kondisi Kendaraan: Karena lokasi “Swiss” ini biasanya berada di jalur pendakian atau jalanan yang curam (seperti jalur Sikarim), pastikan rem dan mesin kendaraan Anda dalam kondisi prima.
- Waktu Kunjungan: Datanglah saat matahari baru terbit atau sore hari menjelang terbenam. Cahaya yang miring (golden hour) akan membuat warna hijau perbukitan terlihat lebih tajam dan indah di kamera.
- Pakaian: Jangan hanya membawa jaket biasa. Gunakan pakaian berlapis agar Anda tetap bisa beraktivitas dengan nyaman meski suhu sedang ekstrim.
Swiss van Java di Dieng adalah bukti bahwa keindahan dunia tidak perlu dicari jauh-jauh ke luar negeri. Cukup dengan menempuh perjalanan ke jantung Jawa Tengah, Anda sudah bisa merasakan sensasi kemewahan alam yang serupa.










